HIDROPONIK ITU APA SIH?



Saat ini perkembangan teknologi sudah makin maju. Berbagai bidang industri sudah mulai banyak perkembangan inovasi, salah satunya adalah pertanian yang menciptakan inovasi baru berupa menanam tanpa tanah. Menanam tanpa tanah atau yang disebut hidroponik merupakan konsep bercocok tanam dengan menggunakan air dan bahan tertentu sebagai media tanam menggantikan tanah. Awal mula terciptanya konsep pertanian “hidroponik” saat kebutuhan lahan untuk tempat tinggal dan fasilitas public semakin meningkat. hal ini diakibatkan lahan pertanian semakin menipis sedangkan kebutuhan akan pangan harus tetap tersedia. Oleh karena itu, terciptalah konsep pertanian hidroponik yang menimimalisir penggunaan lahan.

A. Pengertian Hidroponik
            Hidroponik (hydroponics) adalah suatu cara budidaya tanaman tanpa media tanah, tetapi hanya memanfaatkan air atau larutan mineral bernutrisiyang sangat diperlukan oleh tanaman dan bahan lainnya yang banyak mengandung unsur hara sebagai pengganti tanah. Ditinjau dari segi sains, hidroponik telah membuktikan bahwa tanah tidak diperlukan untuk menumbuhkan tanaman, kecuali unsur- unsur, mineral dan zat- zat makanan seperti dalam tanah.
Selain menggunakan air, hidroponik juga membutuhkan media tanam tertentu. Media tanam hidroponik berfungsi sebagai- penegak tanaman agar tidak roboh dan juga sebagai penghantar  unsur hara. Jadi, ada beberapa jenis media tanam yang boleh dipakai, seperti rock wol, pasir, tembikar, arang, dan sabut kelapa.

B. Macam Macam Hidroponik
          Dalam penerapannya, menanam hidroponik dapat dilakukan dengan berbafai sistem atau teknik, mulai dari yang sederhana dengan modal biaya murah sampai sistem yang canggih dengan modal biaya yang mahal. Berikut adalah macam-macam hidroponik beserta penjelasannya :

1. Wick System 
     Sistem ini adalah sistem hidroponik paling sederhana dengan menggunakan sumbu yang menghubungkan pot tanaman dengan media larutan nutrisi Sistem ini pergerakannya pasif. Sumbu berguna untuk mengalirkan nutrisi ke tanaman, sedangkan air yang mengandung nutrisi tersebut dapat mencapai tanaman menggunakan prinsip kapilaritas. Hidroponik sistem wick ini bekerja maksimal pada tanaman kecil, sedangkan untuk tanaman besar kurang efesien karena membutuhkan air yang banyak.

2. N.F.T (Nutrient Film Technique) System
Sistem NFT ini bekerja dengan cara larutan nutrisi dialirkan secara terus-menerus menggunakan pompa tanpa menggunakan timer. Pada bagian akar tanaman tidak semua bagian terendam di dalam air nutrisi agar akar yang tidak terendam bisa mengambil oksigen untuk pertumbuhan.
3.Water Culture System
 Pada sistem water culture ini tanaman dibuat mengapung pada larutan nutrisi sehingga akar tanaman terendam terus-menerus. Penggunaan pompa digunakan untuk menghasilkan oksigen di dalam larutan nutrisi. Gelembung oksigen tersebut dapat membuat tanaman tumbuh lebih cepat dan menyerap nutrisi di dalam air.

 4. Drip System
Drip system atau sistem tetes yaitu sistem yang bekerja dengan meneteskan larutan nutrisi secara terus menerus melalui pipa atau selang. Sistem ini menggunakan listrik dan timer untuk mengontrol pompa yang meneteskan larutan nutrisi sehingga tanaman tidak menggenang air maupun mengalami kekeringan.   


5. Ebb and Flow System (Flood and Drain System)
               Ebb and Flow System atau sistem pasang surut ini tanaman mendapat air, oksigen dan nutrisi dari pemompaan bak penampung yang dipasang ke media menggunakan selang. Selang akan surut dan naik pada waktu tertentu. Sistem ini menggunakan pompa yang terhubung dengan timer otomatis sebagai pengatur. Sistem aeroponik ini menggunakan kecanggihan teknologi untuk menyemprotkan kabut secara langsung ke akar tanaman. Hidroponik di udara dilakukan dengan menggantungkan akar tanaman tanpa media. Semua kebutuhan nutrisi terpenuhi dengan menyemprotkan larutan kabut yang mengandung air, nutrisi, dan oksigen ke akar.  

6. Aeroponic System
            Sistem aeroponik ini menggunakan kecanggihan teknologi untuk menyemprotkan kabut secara langsung ke akar tanaman. Hidroponik di udara dilakukan dengan menggantungkan akar tanaman tanpa media. Semua kebutuhan nutrisi terpenuhi dengan menyemprotkan larutan kabut yang mengandung air, nutrisi, dan oksigen ke akar.

C.  Kelebihan dan Kekurangan Hidroponik

Kelebihan dalam bercocok tanam “Hidroponik”             
  •         Penggunaan lahan lebih efisien
  •         Tanaman berproduksi tanpa menggunakan tanah. 
  •         Kuantitas dan kualitas produksi lebih tinggi dan lebih bersih. 
  •         Penggunaan pupuk dan air lebih efisien
  •         Pengendalian hama dan penyakit lebih mudah
  •         Tenaga yang dibutuhkan lebih sedikit 
Kekurangan dalam bercocok tanam “Hidroponik”   
  • Invesnya di awal lumayan mahal. 
  • Memerlukan modal yang cukup besar, terlebih bila Anda berencana melakukannya dalam   skala besar. Modal tersebut untuk membeli alat-alat dan bahan yang diperlukan.
  • Peralatan dan perawatannya masih jarang. Sistem hidroponik belum begitu memasyarakat di  Indonesia sehingga alat-alat khusus akan sulit didapatkan secara bebas. Begitu pula dengan peralatan untuk pemeliharaan/perbaikannya. 
  • Memerlukan kecermatan lebih, hal ini disebabkan Anda mesti betul-betul mengawasi nutrisi yang diberikan sampai taraf keasaman pH tanaman tersebut.  
  • Membutuhkan keterampilan tersendiri.









Post a Comment

0 Comments